Postingan

UAS

 1. Berikan 1 contoh strukutr obat yang mengalami reduksi ataupun oksidasi, Jelaskan Faktor-faktor pendukung terjadinya reaksi dan temukan potensi farmakologisnya  JAWABAN NO 1 2. Bagaimana konsep reaksi asam-basa dapat diaplikasikan dalam formulasi sediaan topical dan berikan contohnya serta syarat-syarat SNI yang mendukung JAWABAN NO 2 3. Faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam reaksi adisi dan penataan ulang pada gugus alkena dan alkuna serta jelaskan dampaknya terhadap potensi interaksinya dengan suatu reseptor dan berikan contoh.  JAWABAN NO 3 4. Mengapa bioavailabity dibutuhkan bagi suatu obat yang bersifat hidrofobik dan jelaskan reaksi kimia yang relevan dengan memberikan contoh salah satu obat dengan bioavailabity yang tinggi setelah dimodifikasi melalui reaksi kimia organic. JAWABAN NO 4

PERTEMUAN KE 14

Reaksi reduksi dan oksidasi senyawa organik dalam kaitan dengan pembuatan dan modifikasi gugus fungsi obat Reaksi reduksi dan oksidasi senyawa organik digunakan dalam sintesis obat.  Reaksi redoks adalah sumber energi utama dalam banyak proses biologis dan industri. Dalam sintesis obat, reaksi reduksi dan oksidasi digunakan untuk: Reduksi :  Gugus karbonil dapat direduksi menggunakan reaksi transfer hidrida.   Zat pereduksi yang umum digunakan adalah natrium borohidrida (NaBH4), litium aluminium hidrida (LiAlH4), dan diisobutil aluminium hidrida (DIBAH). Oksidasi :  Oksidasi senyawa organik seperti glukosa menghasilkan energi yang digunakan oleh sel Gugus fungsi merupakan bagian yang paling reaktif jika senyawa tersebut bereaksi dengan zat lain.

PERTEMUAN KE 13

Reaksi adisi dan penataan ulang pada berbagai struktur obat dengan gugus fungsi alkena dan alkuna 

PERTEMUAN KE 12

Konsep reaksi asam basa dan aplikasinya dalam bidang farmasi  Reaksi asam-basa adalah reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan air dan garam. Reaksi ini terjadi ketika asam dan basa direaksikan. Dalam bidang farmasi, titrasi asam-basa digunakan untuk menentukan konsentrasi basa atau asam. Reaktan yang diketahui berada dalam satu larutan, yang ditambahkan ke larutan yang tidak diketahui untuk mengetahui konsentrasi analit.   Sifat asam dan basa zat aktif juga dapat mempengaruhi enkapsulasi dan pelepasan obat. Zat aktif yang bersifat asam cenderung memiliki nilai efisiensi enkapsulasi lebih tinggi daripada zat aktif yang bersifat basa.   Teori asam basa menurut Bronsted dan Lowry menyatakan bahwa:   Asam:   Senyawa yang mampu memberikan proton H+ pada senyawa lain Basa: Senyawa yang menjadi penerima dari proton H+ dari senyawa lainnya Teori asam basa menurut Lewis menyatakan bahwa: A sam: Zat yang menerima pasangan elektron Basa:...

PERTEMUAN KE 11

Berbagai struktur obat dengan gugus aromatis dan kontribusinya terhadap khasiat suatu obat

PERTEMUAN KE 10

 Identifikasi struktur obat dengan gugus fungsi alkena dan alkuna Alkena dan alkuna adalah senyawa hidrokarbon tak jenuh. Alkena memiliki ikatan rangkap dua, sedangkan alkuna memiliki ikatan rangkap tiga. Keduanya mengalami reaksi adisi. Alkena Rumus umum: CnH2n–2 Gugus fungsi: ikatan rangkap karbon-karbon Struktur: dapat berada di ujung terminal rantai karbon, tersubstitusi tunggal Alkuna   Rumus umum: CnH2n–2 Gugus fungsi: ikatan rangkap tiga antara dua atom karbon Suku alkuna ditentukan oleh jumlah atom C dalam senyawa tersebut

PERTEMUAN KE 9

Prinsip-prinsip teoritis asam dan basa dalam proses metabolisme obat didalam tubuh